Formulasi Pangan Menyehatkan dengan Bahan Baku Susu

 

Kesadaran konsumen akan kesehatan dan kebugaran terus menunjukkan peningkatan signifikan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Lembaga survei konsumen, Euromonitor 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Indonesia bersedia mengalokasikan anggaran lebih untuk produk pangan kemasan yang memberikan manfaat kesehatan tambahan, seperti pengayaan protein dan zat gizi seimbang, tanpa mengorbankan cita rasa.

Regional Director Southeast Asia U.S. Dairy Export Council (USDEC), Dali Ghazalay, menyampaikan bahwa inovasi produk pangan yang berhasil saat ini harus berpatokan pada kebutuhan harian konsumen yang nyata. Dalam hal ini, pemanfaatan bahan baku fungsional seperti protein susu, whey, susu bubuk, dan permeat, memberikan fleksibilitas bagi produsen pangan untuk memformulasi ulang produk yang sudah akrab di masyarakat menjadi lebih menyehatkan.

Salah satu contoh aplikasi inovatif yang diperkenalkan baru-baru ini adalah Protein Coffee Butter Cookie. Kukis ini memadukan rasa mentega klasik dan aroma kopi panggang dengan U.S. milk protein concentrate serta permeat, yang mampu menyuplai hingga 6,5 gram protein berkualitas tinggi per porsinya (empat kuksi). Produk prototipe ini membuktikan bahwa penambahan nilai gizi dapat diintegrasikan secara mulus ke dalam camilan harian masyarakat.

Cookie tersebut  menunjukkan pula bahwa bahan susu dari Amerika Serikat dapat membantu konsumen mendapatkan tambahan nutrisi melalui produk yang sudah mereka kenal dan sukai. Untuk menemani waktu minum teh, cookie ini memadukan kafein dan protein dari konsentrat protein susu serta permeate asal Amerika Serikat, dengan cita rasa kopi panggang yang kaya untuk menghadirkan camilan sore dengan tambahan protein.

“Ini menunjukkan bahwa pilihan nutrisi yang lebih baik dapat dengan mudah menjadi bagian dari momen menikmati makanan sehari hari,” ujar Senior Manager, Food Applications and Innovation USDEC, Joanne Tey.

Protein Coffee Butter Cookie juga mencerminkan minat konsumen terhadap produk yang lebih sehat namun tetap memberikan pengalaman menikmati makanan melalui berbagai sensasi. Tren tersebut memperlihatkan bagaimana momen konsumsi sehari hari dapat dibuat lebih menarik dengan tetap menyeimbangkan kepuasan dan nilai gizi.

Inovasi bahan baku dan data tren konsumsi tersebut ditampilkan oleh USDEC pada ajang pameran Fi Asia Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 16-18 September 2026 lalu. Pameran tersebu menjadi salah satu wadah untuk menemukan berbagai bahan fungsional sekaligus memperkuat hubungan di industri makanan dan minuman. Berada di USA Pavilion, booth AIC06, USDEC membuka peluang kolaborasi antara produsen makanan Indonesia dan pemasok dari Amerika Serikat, termasuk eksportir produk susu Amerika Serikat yang hadir dalam pameran.

Melalui pendekatan inovasi pangan fungsional ini, produsen pangan di Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan varian produk menyehatkan yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.  Fri-08-35