
Pameran teknologi pemrosesan dan pengemasan terbesar di Indonesia, ALLPACK INDONESIA, resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 20 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan edisi ke-25, pameran internasional ini menjadi barometer penting bagi lompatan teknologi, otomatisasi, dan transformasi industri manufaktur di tanah air maupun kawasan Asia Tenggara.
Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengungkapkan optimismenya terhadap pertumbuhan industri nasional yang tecermin dari skala pameran tahun ini. "ALLPACK INDONESIA mencatatkan pertumbuhan luar biasa dengan peningkatan sekitar 15% dari luas area pameran maupun jumlah partisipasi peserta dibanding tahun sebelumnya. Pameran ini menempati area seluas 38.200 meter persegi di Hall A, B, C, dan D JIExpo Kemayoran," katanya saat memberikan sambutan di upacara pembukaan.
Ajang ini diikuti oleh sekitar 1.600 peserta pameran dari 40 negara, termasuk partisipasi dari sekitar 20 IKM/UKM sektor pengemasan lokal Indonesia. Pameran ini turut dihadiri para diplomat asing, pimpinan kementerian, serta perwakilan asosiasi industri strategis seperti Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Indonesia Packaging Federation (IPF), GP Farmasi, hingga asosiasi logistik dan kosmetik.
Sejalan dengan optimisme tersebut, sektor manufaktur nasional terus menunjukkan kinerja positif dan konsisten. Industri pengolahan non-migas pada triwulan II tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,32%, atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29%. Khusus untuk industri makanan dan minuman, tercatat tumbuh sebesar 6,51% hingga pertengahan tahun.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Muhammad Sarmuji dalam sambutannya menegaskan bahwa guna menangkap peluang pasar yang semakin kompetitif, industri pengemasan perlu terus meningkatkan efisiensi, kualitas, dan penguasaan teknologi modern. "Guna mendukung hal tersebut, Kementerian Perindustrian terus mendorong modernisasi teknologi melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan, yaitu pemberian reimburse penggantian sebagian pembelian mesin atau peralatan sesuai kriteria," ujarnya.
Lebih lanjut, Kementerian Perindustrian juga menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan. Meningkatnya kesadaran konsumen turut membuka peluang besar bagi pengembangan industri green packaging atau kemasan ramah lingkungan, termasuk mendorong inovasi biomaterial seperti bioplastik sebagai alternatif pengganti plastik konvensional.
Selama empat hari penyelenggaraan (20-24 Oktober 2026), ALLPACK INDONESIA menghadirkan lebih dari 55 sesi seminar, talkshow, serta forum bisnis yang membahas manufaktur cerdas, keberlanjutan, hingga peluang kolaborasi investasi global. Fri-35
.jpg)
