Inovasi Pangan Berbasis Nabati untuk Kecukupan Mikronutrien

Food Product Development Competition (FPDC) kembali digelar oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (HIMITEPA) IPB University di Grha Widya Wisuda (GWW), Kampus Darmaga pada Minggu (07/09). 

Dalam release yang dikirimkan ke Redaksi FOODREVIEW Indonesia beberapa Waktu yang lalu, disebutkan bahwa FPDC merupakan kompetisi berskala internasional yang menjadi ajang tahunan bagi mahasiswa dalam menghadirkan solusi pangan inovatif dan menekankan pentingnya pangan berbasis nabati sebagai jawaban atas kebutuhan gizi lintas usia.

Dengan dukungan SEAFAST Center IPB dan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), FPDC 2025 mengusungkan tema “Developing Plant-Based Foods to Fulfill Micronutrients Sufficiency for Teens, Adults, and Seniors with Food Science Technology”. Melalui tema ini, FPDC 2025 menjadi ruang lahirnya inovasi pangan nabati berorientasi kesehatan, di mana peserta menampilkan gagasan mulai dari camilan tinggi serat, makanan instan fungsional, hingga olahan kaya mikronutrien untuk remaja, dewasa, maupun lansia, sekaligus menekankan integrasi gizi, keberlanjutan, dan teknologi pangan modern.

Kompetisi telah berlangsung sejak 25 Juni 2025 melalui tahap seleksi abstrak dan E-Poster daring, dilanjutkan dengan pengumpulan full paper, hingga sesi grand final yang digelar di GWW. Tiga kategori utama yang diperlombakan yakni Presentation, Product Display, dan E-Poster. Dari ratusan peserta yang mendaftar, hanya 8 tim yang berhasil lolos ke babak final untuk mempresentasikan inovasi mereka. Ajang ini menjadi sarana unjuk kreativitas, riset ilmiah, sekaligus penciptaan produk pangan nyata.

“ Ide-ide inovasi pangan yang dihadirkan para peserta tahun ini sangat menarik. Saya melihat bagaimana mereka bisa mengembangkan produk dari sumber daya lokal untuk menjadi solusi defisiensi mikronutrien di Indonesia,” ujar Bu Inas, salah satu dewan juri FPDC 2025.

Pada kategori Product Display, gelar juara utama berhasil diraih oleh Team Donbobo dari Binus University, sementara posisi Runner-up ditempati oleh Team Winpia dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Sedangkan pada kategori Presentation, prestasi terbaik diraih oleh Team Gagal KKN dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai The Winner, disusul oleh Team FEmme dari IPB University sebagai 1st Runner-up, dan Team Vita Trifecta dari Universitas Brawijaya yang menempati posisi 2nd Runner-up. Tak lupa juga untuk kategori E-Poster berhasil diraih Sya’diah Mardatillah A dari IPB University dengan judul “Santuy in Bali”.

Perwakilan panitia FPDC 2025 menegaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya sekadar lomba, melainkan ruang kolaborasi. Dengan berakhirnya FPDC 2025, lahir harapan bahwa inovasi pangan nabati hasil karya mahasiswa dapat menjadi solusi nyata untuk pemenuhan gizi sekaligus membuka peluang komersial di masa depan. FRI-08