Kafi Kurnia: Jika Musim Mangga, Konsumsi Buah Impor Turun

Apresiasi dan tingkat kesukaan konsumen terhadap buah lokal ternyata masih tinggi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Buah Impor Indonesia Kafi Kurnia di sela-sela Seminar “Why Chile” beberapa waktu lalu. “Buktinya pada musim mangga, konsumsi buah impor bisa turun hingga 50%,” kata Kafi. Hanya saja, hal tersebut Cuma terjadi pada musim mangga dan tidak terjadi pada musim-musim lainnya. Jika Pemerintah bisa menggiatkan buah-buah lain agar sebagus buah mangga, bukan tidak mungkin konsumen akan lebih memilih buah lokal.

Menurut Kafi, sebagai daerah tropis, Indonesia kaya akan buah eksotis yang bernilai tinggi. Apabila dikembangkan secara serius tentu akan memberikan keuntungan yang besar bagi Indonesia.

Chili garap pasar Indonesia

Indonesia dengan penduduk yang besar, ternyata cukup menarik Chili untuk menggarap pangsa pasarnya secara serius. Salah satu yang dilakukannya adalah dengan menggelar misi dagang beberapa waktu lalu di Jakarta. Menurut Trade Commisioner Coordinator of ASEAN Markets Commercial Department ProChile Embassy of Chile, Jaime Rivera, volume ekspor produk-produk Chili ke Indonesia masih nomor 2 setelah Thailand, “padahal penduduk Indonesia lebih banyak,” ujar Jaime.

Rendahnya volume ekspor tersebut, menurut Jaime salah satunya dikarenakan jarak yang menjadi faktor psikologis. “Saat ini kami giat memperkenalkan Indonesia kepada perusahaan-perusahaan di Chili, termasuk memberikan informasi bahwa sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim,” tambah Jaime. Tujuannya adalah untuk mengurangi hambatan yang terjadi ketika memasarkan produknya Indonesia, seperti kebutuhan akan sertifikat halal.

Salah satu produk unggulan Chili adalah buah-buahan segar. Chili merupakan Negara pengekspor buah paling besar di Negara kawasan selatan. Anggur Red Globe merupakan salah satu buah segar asal Chili yang paling banyak diimpor Indonesia. Fri-09