.png)
Produsen ekstrak ragi global, Biospringer, menampilkan salah satu inovasi ingridien pangan unggulnya, yaitu yeast protein (protein ragi). Produk ini disebut sebagai alternatif sumber protein baru di luar kategori hewani dan nabati yang selama ini dominan di pasar Indonesia.
"Produk terbaru yang kami highlight di Fi Asia kali ini adalah yeast protein, yaitu sumber protein baru dari ragi. Kami berfokus melakukan edukasi pasar karena yeast protein ini masih tergolong kategori yang sangat baru," ujar Business Manager Biospringer Indonesia, Adi Kurnia dalam pameran internasional Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada 16-18 September 2026.
Dalam penyelenggaraan ke-30, FI Asia 2026 yang mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future” menjadi salah satu platform untuk mengeksplorasi perkembangan bahan baku, teknologi, inovasi produk, serta peluang kolaborasi bagi para pelaku industri pangan.

Selain penguatan akan pemenuhan zat gizi, Biospringer menjawab kebutuhan industri akan tren pangan lebih menyehatkan melalui portofolio yeast extract untuk formulasi pengurangan sodium (salt reduction). Lewat rangkaian produk umami range, Biospringer memberikan solusi bagi produsen pangan yang ingin mengurangi kadar garam tanpa mengorbankan profil rasa gurih pada produk akhir.
Mengenai kepatuhan regulasi di Indonesia, Adi memastikan seluruh fasilitas produksinya telah memenuhi standar jaminan produk halal. Pabrik Biospringer di Cina dan Prancis telah tersertifikasi BPJPH, sementara fasilitas produksi barunya di Serbia dijadwalkan menjalani proses audit halal pada pekan ini.
Di Indonesia, pendistribusian produk Biospringer ditangani oleh dua mitra resmi, yakni PT Indesso Niagatama dan PT United Chemicals Inter Aneka. Kehadiran Biospringer di Fi Asia 2026 ini diharapkan dapat mendorong para pelaku industri pangan untuk mengadopsi ingridien yang lebih menyehatkan dan kaya zat gizi. Fri-35
.jpg)
